Lompat ke isi

Steven Soter

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Steven Soter adalah astrofisikawan yang saat ini menjabat sebagai ilmuwan tetap di Environmental Studies Program Universitas New York dan Rekan Peneliti di Departemen Astrofisika American Museum of Natural History. Ia merupakan pendukung definisi planet 2006 oleh Persatuan Astronomi Internasional yang sempat menuai kontroversi.

Soter mendapat gelar sarjana di bidang astronomi dan fisika dari UCLA pada tahun 1965 dan gelar doktoralnya di bidang astronomi dari Cornell University. Salah satu penasihatnya adalah astronom ternama Carl Sagan.

Pada tahun 1974, Soter berpendapat bahwa debu yang dihasilkan oleh pengeboman meteoritik terhadap satelit Saturnus, Phoebe, mungkin mengitari planet ini sampai bertabrakan dengan satelit Saturnus lainnya, Iapetus, dan menjadi penyebab dikotomi gelap-cerah Iapetus yang unik. Meski bukan kasus pertama, debu yang berasal dari satelit ireguler Saturnus juga ditemukan di dalam data wahana antariksa Casini dan terbukti memainkan peran penting dalam pewarnaan Iapetus.[1][2] Penemuan "cincin Phoebe" di Saturnus tahun 2009 memperkuat kemungkinan bahwa proses yang pertama kali dipaparkan oleh Soter ini turut menjadi penyebab Iapetus tampak seperti itu.[3][4]

Tahun 1977-1979, Soter bersama Ann Druyan menulis seri dokumenter Carl Sagan yang monumental tahun 1980, Cosmos. Sejak itu, ia menjadi penasihat di sejumlah dokumenter sains seperti film IMAX Blue Planet dan Cosmic Voyage.

Tahun 1997, Soter bekerja di Hayden Planetarium di American Museum of Natural History dan diangkat menjadi rekan peneliti. Ia juga memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap penelitian tentang kota kuno Helike, Yunani.

Tahun 2007, setelah IAU mengumumkan keputusannya yang kontroversial soal definisi planet. Soter menerbitkan artikel di Scientific American yang menyertakan rumus matematika, yaitu "diskriminan keplanetan", untuk menjelaskan bagaimana syarat IAU bahwa sebuah planet harus "mengosongkan lingkungannya" dari objek lain bisa diterapkan di dunia nyata. Ia sebelumnya telah menulis artikel yang lebih teknis dengan subjek yang sama pada tahun 2006 sebelum definisi baru ini, tetapi diterbitkan di The Astronomical Journal.

Pada tahun 2014, ia dan Druyan kembali bekerja sama untuk menulis miniseri televisi Cosmos: A Spacetime Odyssey yang dibawakan oleh koleganya di AMNH, Neil deGrasse Tyson.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Denk, Tilmann; Neukum, Gerhard; Roatsch, Thomas; Porco, Carolyn C.; Burns, Joseph A.; Galuba, Götz G.; Schmedemann, Nico; Helfenstein, Paul; Thomas, Peter C. (2010-01-22). "Iapetus: Unique Surface Properties and a Global Color Dichotomy from Cassini Imaging". Science. AAAS. 326 (5964): 435–439. Bibcode:2010Sci...327..435D. doi:10.1126/science.1177088. PMID 20007863. Diakses tanggal 2010-01-22. 
  2. ^ Spencer, John R. (2010-01-22). "Formation of Iapetus' Extreme Albedo Dichotomy by Exogenically Triggered Thermal Ice Migration". Science. AAAS. 326 (5964): 432–435. Bibcode:2010Sci...327..432S. doi:10.1126/science.1177132. PMID 20007862. Diakses tanggal 2010-01-22. 
  3. ^ Verbiscer, Anne (published online 2009-10-07). "Saturn's largest ring". Nature. 461 (7267): 1098–100. Bibcode:2009Natur.461.1098V. doi:10.1038/nature08515. PMID 19812546. 
  4. ^ Cowen, Rob (2009-10-06). "Largest known planetary ring discovered". Science News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-06. Diakses tanggal 2014-04-19. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]